Kapita Selekta Pemiskinan dan Kemiskinan
Keywords:
Pemiskinan dan KemiskinanAbstract
Potret realitas dan hiper realitas “drama pemiskinan” yang berlangsung sengit dan masif di tengah gelombang hidup kaum marginal yang bergelar “wong cilik” itu, adalah menunjukkan potret kemiskinan sebagai akumulasi dari pergumulan sistem kapitalistik yang terus menguntungkan segelintir elit nasional dan daerah. Betapa ketimpangan sosial antara kaum inferioriti yang miskin papa dengan segelintir kaum superioriti yang berbalut kemewahan, dapat membuka mata kita lebar-lebar bahwa kemiskinan adalah tidak lebih dari sebuah “bencana pemiskinan” yang berlangsung secara terselubung dan terang-terangan. Sementara potret fenomenal degenerasi petani yang kategori sebagai komunitas sosial termiskin di republik agraris yang kaya raya SDA ini tampak mengalami krisis regenerasi. Ironisnya, di balik semua anekdot dan prahara sosial itu, tampak arena Pemilukada menjadi ajang dan lautan “amplopisme dan uangisme” yang meracuni dan mencedrai proses demokratisasi. Tak pelak lagi, eksistensi perempuan miskin dan lemah yang masih dikotakkan dalam ruang domestik serta simbolisme dapur dan ranjang, juga menjadi obyek perilaku politik sang aktor dan aktris politik uang haram itu. Pada akhirnya, urgensi konservasi sistemik sebagai upaya penyelamatan ekosistem dan lingkungan sosial dari ancaman eksploitasi pertambangan berbasis nafsu angkara murkah menjadi refleksi epilog di penghujung pembahasan kajian ini.